Friday, January 13, 2012

amato ambon


Beta Cinta Ambon
Maluku adalah sebuah wilayah di timur Indonesia yang bagi sebagian orang Indonesia asing untuk dikunjungi. Padahal Maluku memiliki pulau Ambon yang indah serta pantai yang rupawan. Dan mungkin itulah mengapa lagu Tanah Air Beta memiliki lirik “Tiada bandingan di Dunia”.

Halo Ambon
Saya tiba di bandara Internasional Pattimura, Ambon pukul 13.00 WIT setelah menempuh perjalanan sekitar 4 jam dari Jakarta.  Sebagian pesawat yang tiba biasanya transit terlebih dahulu di Makassar baru melanjutkan ke Ambon. Dibandara ini terdapat pesawat kecil yang menuju pulau-pulau kecil di sekitar Maluku. Saya sangat senang karena suasana yang sangat berbeda dengan Jakarta dan kota lain yang pernah saya kunjungi di Indonesia. Mungkin karena mayoritas adalah masyarakat Ambon yang berkulit gelap, tapi jangan salah karena orang Ambon itu sebenarnya manis manis loh. Bandara ini memiliki landasan yang cukup luas, dan terlihat sangat ramai.

Pantai ke pantai
Ambon memiliki banyak pantai indah seperti  pantai natsepa yang berpasir putih dan tanpa ombak. Karena begitu jernihnya hingga dasar pasir pun terlihat sangat jelas. Pantai ini memiliki fasilitas seperti banana boat dan snorkeling. Pemandangan bukit yang mengelilingi pantai terlihat sangat menakjubkan. Selain pantai natsepa, ambon juga memiliki tempat lain yang menjadi objek wisata yaitu “pintu kota” yang letaknya berada di ujung teluk ambon. Pantai ini memiliki karang besar yang berlubang di tengahnya. Seperti pantai natsepa, di pintu kota sendiri tidak terdapat ombak dan airnya sangat jernih. Ada hal lucu saat menuju ke pintu kota, terdapat rambu bertuliskan “Kalau Mabuk Jang Bawa Motor, Bisa Cilaka” serta tulisan “Holywood” yang berada di pinggir pantai.

Pusat Kota
Di pusat kota terdapat gong perdamaian dunia serta patung pattimura. Gong berukuran besar itu sebagai symbol kedamaian dunia karena terdapat berbagai bendera Negara lain digambarkan di gong tersebut. Kediaman gubernur yang berada di atas bukit pun menjadi objek wisata,terdapat patung Christina Martha tiahahu yang berdiri sangat kokoh menatap laut. Pemandangan kota Ambon terlihat jelas dari atas bukit tersebut. Karena saya pergi bertepatan saat tahun baru maka suasana meriah sangat terasa. Banyak terdapat lampu dan pohon natal di sepanjang jalan yang terbuat dari limbah plastik.

Mari Makan
Awalnya sempat bingung apa makanan khas dari ambon. Saya bersama keluarga pun menikmati makanan di Restoran panorama yang berada di bukit. Pemandangan terlihat sangat indah saat malam hari. Makanan yang disajikan pun lezat dan seperti wilayah Indonesia timur lainnya, Ambon kaya akan hidangan laut yang segar. Selain makanan lain yang saya coba adalah rujak buah dipinggir pantai natsepa. Rujak ini disajikan dengan bumbu kacang yang berlimpah dan kental. Sangat segar dan cocok sembari menikmati sore di pantai. Oleh oleh khas lain adalah ikan asap yang dijual di sepanjang jalan raya dari arah pelabuhan galala.

Transportasi
Diambon mayoritas menggunakan motor, namun banyak pula angkutan umum disana. Untuk menyeberangi teluk ambon yang cukup besar dari pusat kota menuju wayame atau arah ke bandara pattimura, biasanya menggunakan kapal ferri. Kapal ferri ini sangat bermanfaat karena dapat menghemat waktu tempuh hanya beberapa menit dibandingkan bila harus memutar lewat jalan darat yang bisa memakan waktu satu jam. Saya juga melihat beberapa angkutan umum yang digunakan menuju beberapa pulau lain di sekitar ambon. Angkutan tersebut biasanya memuat banyak orang dan bahkan membawa motor atau peralatan rumah tangga yang diletakkan di belakang kendaraan.

Tips and Trick
-          Jika ingin berkunjung ke Ambon lebih baik saat musim panas, karena jika sedang musim hujan biasanya berlangsung sepanjang hari bahkan bisa beberapa minggu cuaca terus hujan. Oiya musim panas di sana waktunya tidak sama dengan musim panas di Jakarta loh.
-          Siapkan dana lebih, karena disana relative lebih mahal untuk biaya makan dan lainnya.
-          Lebih baik memesan penginapan sebelum berangkat agar tidak bingung saat tiba disana.
-          Lebih baik menyewa kendaraan saat tiba dibandara untuk mengantar ke objek wisata karena angkutan umum lebih banyak di pusat kota Selalu hati hati saat berjalan,karena rata-rata mengendarai motor dengan kecepatan tinggi


ini view teluk di depan rumah kaka gw, dan biasanya ada kapal tanker merapat loh...

pokoknya pengen kesana lagi ke pulau pombo, bandanaira dan klo sempet dan ada rejeki ke pulau tual