Beta Cinta Ambon
Maluku adalah sebuah wilayah di timur Indonesia yang bagi
sebagian orang Indonesia asing untuk dikunjungi. Padahal Maluku memiliki pulau
Ambon yang indah serta pantai yang rupawan. Dan mungkin itulah mengapa lagu
Tanah Air Beta memiliki lirik “Tiada bandingan di Dunia”.
Halo Ambon
Saya tiba di bandara Internasional Pattimura, Ambon pukul
13.00 WIT setelah menempuh perjalanan sekitar 4 jam dari Jakarta. Sebagian pesawat yang tiba biasanya transit
terlebih dahulu di Makassar baru melanjutkan ke Ambon. Dibandara ini terdapat
pesawat kecil yang menuju pulau-pulau kecil di sekitar Maluku. Saya sangat
senang karena suasana yang sangat berbeda dengan Jakarta dan kota lain yang
pernah saya kunjungi di Indonesia. Mungkin karena mayoritas adalah masyarakat
Ambon yang berkulit gelap, tapi jangan salah karena orang Ambon itu sebenarnya
manis manis loh. Bandara ini memiliki landasan yang cukup luas, dan terlihat
sangat ramai.
Pantai ke pantai
Ambon memiliki banyak pantai indah seperti pantai natsepa yang berpasir putih dan tanpa
ombak. Karena begitu jernihnya hingga dasar pasir pun terlihat sangat jelas.
Pantai ini memiliki fasilitas seperti banana boat dan snorkeling. Pemandangan
bukit yang mengelilingi pantai terlihat sangat menakjubkan. Selain pantai
natsepa, ambon juga memiliki tempat lain yang menjadi objek wisata yaitu “pintu
kota” yang letaknya berada di ujung teluk ambon. Pantai ini memiliki karang
besar yang berlubang di tengahnya. Seperti pantai natsepa, di pintu kota
sendiri tidak terdapat ombak dan airnya sangat jernih. Ada hal lucu saat menuju
ke pintu kota, terdapat rambu bertuliskan “Kalau Mabuk Jang Bawa Motor, Bisa
Cilaka” serta tulisan “Holywood” yang berada di pinggir pantai.
Pusat Kota
Di pusat kota terdapat gong perdamaian dunia serta patung
pattimura. Gong berukuran besar itu sebagai symbol kedamaian dunia karena
terdapat berbagai bendera Negara lain digambarkan di gong tersebut. Kediaman
gubernur yang berada di atas bukit pun menjadi objek wisata,terdapat patung
Christina Martha tiahahu yang berdiri sangat kokoh menatap laut. Pemandangan
kota Ambon terlihat jelas dari atas bukit tersebut. Karena saya pergi
bertepatan saat tahun baru maka suasana meriah sangat terasa. Banyak terdapat
lampu dan pohon natal di sepanjang jalan yang terbuat dari limbah plastik.
Mari Makan
Awalnya sempat bingung apa makanan khas dari ambon. Saya
bersama keluarga pun menikmati makanan di Restoran panorama yang berada di
bukit. Pemandangan terlihat sangat indah saat malam hari. Makanan yang
disajikan pun lezat dan seperti wilayah Indonesia timur lainnya, Ambon kaya
akan hidangan laut yang segar. Selain makanan lain yang saya coba adalah rujak
buah dipinggir pantai natsepa. Rujak ini disajikan dengan bumbu kacang yang
berlimpah dan kental. Sangat segar dan cocok sembari menikmati sore di pantai.
Oleh oleh khas lain adalah ikan asap yang dijual di sepanjang jalan raya dari
arah pelabuhan galala.
Transportasi
Diambon mayoritas menggunakan motor, namun banyak pula
angkutan umum disana. Untuk menyeberangi teluk ambon yang cukup besar dari
pusat kota menuju wayame atau arah ke bandara pattimura, biasanya menggunakan
kapal ferri. Kapal ferri ini sangat bermanfaat karena dapat menghemat waktu
tempuh hanya beberapa menit dibandingkan bila harus memutar lewat jalan darat
yang bisa memakan waktu satu jam. Saya juga melihat beberapa angkutan umum yang
digunakan menuju beberapa pulau lain di sekitar ambon. Angkutan tersebut
biasanya memuat banyak orang dan bahkan membawa motor atau peralatan rumah
tangga yang diletakkan di belakang kendaraan.
Tips and Trick
-
Jika ingin berkunjung ke Ambon lebih baik saat musim
panas, karena jika sedang musim hujan biasanya berlangsung sepanjang hari
bahkan bisa beberapa minggu cuaca terus hujan. Oiya musim panas di sana
waktunya tidak sama dengan musim panas di Jakarta loh.
-
Siapkan dana lebih, karena disana relative lebih
mahal untuk biaya makan dan lainnya.
-
Lebih baik memesan penginapan sebelum berangkat
agar tidak bingung saat tiba disana.
-
Lebih baik menyewa kendaraan saat tiba dibandara
untuk mengantar ke objek wisata karena angkutan umum lebih banyak di pusat
kota Selalu hati hati saat berjalan,karena rata-rata
mengendarai motor dengan kecepatan tinggi
ini view teluk di depan rumah kaka gw, dan biasanya ada kapal tanker merapat loh...
pokoknya pengen kesana lagi ke pulau pombo, bandanaira dan klo sempet dan ada rejeki ke pulau tual